Rabu, 05 Juli 2017

anyaran.

Pertemuan dan perpisahan adalah rutinitas dalam kehidupan yang pasti terjadi.
Kamu bisa saja tiba-tiba dipertemukan dengan orang yang terduga dalam kehidupanmu, bisa juga dipisahkan tiba-tiba dengan orang yang sudah cukup lama atau sudah bersamamu sepanjang hidupmu.
Kadang memang, hidup selucu itu. membuatku bertanya apakah sebenarnya hidup ini semacam panggung lawak.
 
Itulah yang terjadi sama diriku beberapa waktu ini. waktu semacam roller coaster. membuatku yang lagi merasakan di posisi 'bawah', tiba-tiba saja sudah berada di 'atas lagi'.
dan seketika kehidupanku serasa di 'porak-porandakan' sama orang yang baru kukenal beberapa saat.
dari yang tidak pernah sama sekali bersinggungan, sekarang dia malah jadi 'duniaku'.

duniaku ? haha terdengar terlalu creepy menyimpulkan dia adalah duniaku secepat itu.
tapi, memang begitu sih keadaannya. sekejap ia menarikku untuk berada di pusaran kehidupannya. jatuh bangun mengikuti ritme hidupnya yang benar-benar memberikan warna baru buat kehidupanku.

iya aku serasa berada di belahan dunia yang lain.
mengenal dia, memahami kebiasaannya, memahami kesukaan dan hal-hal yang dibenci. 
dan sekejap aku merasa menjadi manusia waras pada umumnya. yang merasakan mencinta dan dicinta tanpa harus takut kehilangan atau ia tiba-tiba bisa memilih untuk berpaling dengan wanita mana yang ia mau saat itu.


well, orang yang baru sekitar satu-dua bulan kukenal, pada akhirnya kini menjadi orang yang cukup memberikan peranan penting dalam kehidupanku,
yang aku tahu, dia adalah dia dengan segala kelebihan dan kekurangan yang berusaha menjagaku segenap hati.
yang tidak pernah memberikan janji apa-apa, tetapi aku tahu aku selalu nyaman bersamanya.
yang tidak pernah basa-basi melarangku tidak ketika ia tahu itu membahayakanku.

mungkin terdengarnya seperti orang yang lagi jatuh cinta. anyaran. 
dimana terkadang jatuh cinta cuma memberikan kita 2 garansi  : patah hati atau bahagia sampai nanti yang infinity. 
iya, aku memang sedang bahagia. bahagia pada akhirnya ada orang yang mau menggenggam tanganku bersama menuju yang baik.

well, it's too late maybe.
welcome to my complicated life, sayang :)
 

Senin, 26 Juni 2017

Lebaran.

Waktu malam takbiran kemarin, aku di kamar berdua sama ayah. karena kebetulan sama-sama tepar. Terus, tiba-tiba aku nyeletuk. "Ini Lebaran ke 7 tanpa mama ya, yah..."
  "Lah kenapa kak ? ya memang sudah 7 tahun kak...Kakak kangen ?"
 "Begitulah..." jawabku sekenaknya. Sambil ngusep air mata. Ternyata sampai hari ini, aku masih nggak bisa nerima kalau mama sudah nggak ada.

***
Setiap Lebaran datang, aku selalu flashback ke Lebaran terakhir sama Mama. Kadang berandai-andai, kalau aku tahu itu lebaran terakhir sama beliau, mungkin aku nggak bakalan sia-siain waktu. Masih teringat jelas di benakku, mama seneng banget pas kita jalan-jalan ke argo wisata. Minta difotoin dengan berbagai gaya. Atau nggak pas pergi ke BNS malam-malam itu, heboh banget anaknya disuruh foto di depan lampion eifell.katanya biar suatu saat kesampaian ke eifell beneran. Masih inget juga pas perjalanan pulang, mama nyetir bilang. "Maaf ya kak, mama cuma bisa ngajak kalian kesini.." padahal mama nggak tahu, aku sudah seneng nggak ketulungan waktu itu.

Masih inget juga pagi-pagi setelah sholat ied, mama heboh nyiapin opor buat kita makan, dilanjut sungkeman. Ada banyak wejangan waktu Lebaran 7 tahun lalu yang ia berikan, salah satunya adalah aku harus kuat apapun keadaannya.

aku nggak tahu bisa dikatakan berhasil apa enggak untuk 'kuat apapun keadaannya'. sampai hari ini aku masih bertanya-tanya, apakah aku sudah seperti yang dibilang mama, sementara aku pun semakin bingung mana yang harusnya ku percaya. mana yang seharusnya dijadikan tumpuan ketika aku merasa 'oleng'. tetapi kembali lagi, hanya kita-lah yang bisa jadi tumpuan diri sendiri. dan 7 tahun setelah itu, omongan mama terbukti satu per-satu. dan semakin membuatku berpikir mama was right in many ways.

Dan momen Lebaran kemarin, ketika kami harus sungkem sama eyang, ada waktu dimana eyang cukup lama memeluk erat. berharap aku terus bahagia meskipun mama sudah pergi, berharap ada seseorang yang cukup memahami dan mengerti aku untuk terus membimbingku ke jalan yang benar.

semoga mama selalu tahu, aku terus berusaha untuk berbahagia.

Kamis, 30 Maret 2017

Goes To Ambon.

Selama hampir 24 tahun hidup, seumur-umur saya baru pergi ke Indonesia bagian Timur cuma ke 2 tempat ; yang pertama ke Makassar, hampir 6 tahun yang lalu, dan yang terakhir ke Balikpapan hampir 4 tahun yang lalu. 3 tahun lalu, ayah saya berkesempatan terlebih dahulu buat pergi ke Ambon. Nggak terlalu lama waktu itu, tapi beliau punya kesan mendalam tentang kota yang dikepung lautan ini. "Ambon itu nggak terlalu besar, kak. Tapi kotanya di kelilingin sama laut. Uh..lautnya bening banget. Kalau kamu kesana pasti seneng banget..." waktu ayah bilang begitu, saya cuma berharap ; semoga kelak saya dapat pekerjaan yang mengharuskan saya travelling kemana-mana, bisa colongan dikit-dikit buat explore kota itu.

Doa saya terjawab 3 tahun kemudian, dimana posisi saya sudah tidak bekerja di kantor lama, tetapi masih diperbantukan untuk tenaga ahli. 1 minggu yang lalu, saya diberi tahu dadakan banget, h-1 sebelum berangkat ! bayangin aja belum prepare apa-apa, sedangkan dapat pesawatnya pesawat pagi. Kebetulan, kantor lama saya dapat job buat rekruitmen di Ambon. akhirnya dengan prepare yang seadanya (yang jelas lebih banyak bawa baju kerja daripada baju main, ya), saya berangkat juga ke Ambon.

Untung saja, pihak perusahaan Ambon & rekan-rekan kantor masih bisa diajak kompromi. Jadi, setiap selesai job, sorenya kami explore kota Ambon. Pihak perusahaannya cukup komunikatif, memberikan kami referensi tempat-tempat mana yang harus kami kunjungi selama ke Ambon. Kebanyakan kami disuguhkan oleh makanan seafood. Dari tempat makan biasa, sampai tempat makan di tepi laut yang..Subhanallah kerennya !! baru hari Minggu, kami eksplor beberapa Pantai yang bisa diakses di kota Ambon. Bayangkan aja, pantai di dalam kota aja udah bagus banget, apalagi pantai-pantai di pulau sekitarnya seperti di Pulau Seram (yang katanya bagus banget, tapi sayangnya waktu kami terbatas). Dan here i am, di tempat yang bener-bener kerennya nggak terduga. Ini beberapa gambar yang berhasil saya abadikan dengan menggunakan kamera HP seadanya.

Pemandangan dari jembatan Merah-Putih, jembatan penghubung kota Ambon berlainan sisi. Masih pemandangan di sekitar jembatan aja udah gini banget kerennya..

Salah satu sudut Pantai Pintu Kota

Pantai Natsepa di kala senja. Pantai yang dikenal dengan rujak buahnya yang sip banget

Pantai Santai. Bener-bener santai sih disini

Pantai Santai

Salah satu sudut pantai Namalatu, yang sayang foto pantainya masih belum kepindah dari HP :(

Pantai Santai


Pantai Liang, iconnya Ambon.
Sekiranya, mungkin itu bisa jadi referensi, sih. Nggak perlu jauh-jauh keluar Negeri, Indonesia masih bagus banget kook :).

Minggu, 19 Maret 2017

#BukuKataAyah #KataAyahProject

Hi, it's been 2 years banget rasanya nggak nulis panjang lebar di blogspot sejak lulus kuliah. sejak selesai wisuda, 2 minggu kemudian aku nyiapin persiapan mau kerja dan sepanjang tahun 2016 kemarin, hidup nggak jauh-jauh dari kerjaan, rutinitas berangkat pagi pulang malam, kadang diisi weekend dengan kerja, dan berakhir akhir tahun 2016 kemarin, aku mengakhiri itu semua.

Sebenernya, jadi freelance alias jobseeker atau istilah kasarnya pengangguran ada enak nggak enaknya. enaknya nggak terikat sama jam kantor yang kadang menyiksa, bisa eksplor apa sih yang sebenernya kita inginkan dalam kehidupan kita. Terkadang walaupun kita udah bekerja, hal tersebut bertentangan dengan hati nurani kita. nggak enaknya......ya siap-siap diomelin, siap-siap ditanyain 'kok nggak kerja-kerja sih' atau 'kamu sih kemarin pake resign nggak mikir segala' . udah kenyaaaaang digituin.

beberapa hari yang lalu, tiba-tiba direct message instagramku kedatangan pesan (yaiyalah, masa kedatangan tamu) dari @bukukataayah . disitu aku dikasih tahu kalo ternyata postingan di IGku beberapa bulan lalu (udah lupa kapan saking udah lamanya) terpilih buat diterbitin di novel Buku Kata Ayah. Jelas aku jingkrak-jingkrak seneng bukan main (agak alay sebenernya). Yang aku ingat dari postingan itu adalah aku bikinnya pas istirahat kantor, soalnya nothing to do mau ngapain dan bahkan udah lupa aku ternyata bikin itu. Buatnya ya ala kadarnya, inget-inget ayah dulu pernah ngomong apa aja ke aku. banyak sebenernya, beliau ngomong paling banyak emang masalah pendidikan, soalnya Beliau bilang, aku boleh nikah kalau sudah lulus S2 (agak lama kayaknya pffft).

Terus aku ceritain ini ke ayahku. Beliau agak kaget sekaligus seneng sih sebenernya. Terus aku tanya ke beliau. "Ini non-profit loh, nggak ada bayarannya. Nggak apa-apa ?"
Dan Ayah bilang gini. "kak, kebahagiaan itu bukan melulu uang. bukan melulu kamu digaji setinggi langit. Kebahagiaan itu ketika karyamu diapresiasi. ketika karyamu bisa menginspirasi orang banyak". Soalnya, sejak aku keluar kerja, beliau agak-agak rewel kalo aku dapat panggilan kerja dan baru kali ini beliau bilang gini dan rasanya langsung 'nyes',

kalau hal kecil kayak gini, boleh nggak sih aku punya keinginan (lagi) untuk jadi penulis ?

well, ini sih penampakan bukunya sementara. Monggo mungkin kalau mau pesen, klik aja IGnya

Minggu, 06 September 2015

move.

hari jumat lalu, aku mendadak sibuk di pagi hari. gara-gara beberapa hari belakangan ayah mindahin barang-barang dari rumah lama ke rumah Petemon (rumah eyang). Akhirnya aku sama eyang kudu milah-milah barang yang masih layak pakai sama barang yang udah waktunya dibuang atau bisa dikasih sama orang.
 udah 5 tahun berlalu sejak aku pindah rumah.

waktu dulu pindahan, tepatnya seminggu setelah mama meninggal, aku cuma ikut sekali atau dua kali beberes. sisanya eyang sama budhe yang beresin rumah lama. dulu awal habis mama meninggal dan aku harus masuk rumah lagi, aku cuma bisa nangis. diem. 17 tahun tinggal di rumah itu dan setiap sudut ruangan mengingatkan sama mama dan sekarang orang yang setiap harinya dilihat di rumah itu, udah ninggalin dunia ini. lihat barang-barang mama aja udah nggak sanggup.akhirnya waktu itu aku cuma bilang "udah bu (eyang), barang mama kasihin orang aja. aku nggak butuh."
dan 5 tahun kemudian, hari jumat kemarin. aku dihadapkan sama kenangan-kenangan dari rumah lama. ternyata banyaaaak banget yang di pack sama eyang. satu-satu dikeluarin dan perlahan-lahan kenangan lama muncul.
"lho kak, ada keyboard kecilmu ini.."
"ini piring keramiknya mama ibu juga ada satu setel"
"ini dibuang aja kak, udah jelek..."
"lhoalah catetannya mama masih ada juga ternyata..."
dan masih banyak lagi percakapan lain ketika kita ngeluarin barang satu-satu dari kardus.

ternyata, aku 'nggak pernah pindah' dari luka.
ngeliat barang gitu aja. cuma barang padahal, sudah sedih sendiri dalam hati. masih sering keinget mama. keinget mama did something with that stuff .
lima tahun nggak cukup ternyata menyembuhkan luka kehilangan.
dan kenyataanya lima tahun ini aku cuma berusaha berlari, dan kenyataanya cuma lari di tempat.

katanya aku harus menghadapi luka.
tapi kalau hingga hari ini aku hanya bisa menghindar, aku harus apa ?